CENTRALNESIA – Badan perlindungan data Italia menjatuhkan denda sebesar €15 juta (sekitar Rp253,8 miliar) kepada OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di AS dan dikenal sebagai operator layanan ChatGPT. Keputusan ini diumumkan pada Jumat (20/12) setelah penyelidikan selama 21 bulan terkait praktik manajemen data dan privasi perusahaan tersebut.
Temuan Utama Investigasi
- Penggunaan Data Pribadi Tanpa Dasar Hukum yang Memadai
OpenAI diduga menggunakan data pribadi pengguna untuk melatih model ChatGPT tanpa memberikan justifikasi hukum yang kuat sesuai dengan regulasi perlindungan data Uni Eropa. - Kurangnya Transparansi
Perusahaan dianggap gagal memberikan informasi yang jelas kepada pengguna mengenai bagaimana data mereka dikumpulkan, digunakan, dan disimpan. - Kelemahan Verifikasi Usia
OpenAI tidak menyediakan mekanisme verifikasi usia yang memadai. Hal ini memungkinkan anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk menggunakan layanan tersebut dan berpotensi terpapar konten yang tidak pantas.
Tindak Lanjut dan Kampanye Informasi Publik
Selain denda, badan perlindungan data Italia memerintahkan OpenAI untuk meluncurkan kampanye informasi publik guna meningkatkan kesadaran pengguna tentang bagaimana data mereka diproses oleh ChatGPT.
Tanggapan OpenAI
OpenAI menolak keputusan tersebut dan menyebutnya “tidak masuk akal”. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk mengajukan banding, dengan argumen bahwa mereka telah berupaya mematuhi peraturan privasi yang berlaku di berbagai wilayah operasinya.
Dampak Keputusan Ini
- Regulasi Ketat di Uni Eropa
Kasus ini menegaskan kembali ketegasan Uni Eropa dalam menegakkan peraturan privasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR). - Tekanan pada Perusahaan AI Global
Keputusan ini dapat menciptakan preseden bagi regulator lain untuk menilai praktik serupa oleh perusahaan teknologi besar di wilayah mereka. - Pengawasan Lebih Ketat pada AI Generatif
Dengan pesatnya adopsi AI generatif seperti ChatGPT, tantangan terkait privasi, keamanan, dan etika penggunaannya semakin mendapat perhatian global.
Langkah selanjutnya akan bergantung pada hasil banding OpenAI dan respons regulator lainnya terhadap isu serupa di masa depan.
More Stories
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese Desak Polandia Tangkap Benjamin Netanyahu jika Berkunjung
Kotak Hitam Pesawat Jeju Air Tidak Memiliki Data Empat Menit Terakhir Sebelum Ledakan
Slovakia Pertimbangkan Penghentian Bantuan ke Ukraina di Tengah Sengketa Transit Gas Rusia